Campak adalah infeksi yang disebabkan oleh virus. Gejala campak berupa ruam merah pada seluruh tubuh yang disertai demam, batuk, dan pilek.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan bahwa campak merupakan salah satu penyebab utama meninggalnya anak di dunia, walaupun tersedia vaksin campak yang aman dan terjangkau. Hal ini terutama terjadi di negara berkembang.
Namun, penggunaan vaksin campak mengakibatkan terjadinya penurunan kematian akibat campak sebesar 79% dari tahun 2000 hingga 2014 di seluruh dunia.
Campak disebabkan oleh virus jenis paramyxovirus yang menular melalui saluran pernapasan. Campak termasuk penyakit sangat menular. Bahkan dikatakan bahwa 90% pasien yang belum mendapatkan vaksinasi campak dapat tertular bila mereka berada dalam jarak dekat dengan orang yang terinfeksi.
Campak juga dapat menular apabila seseorang menghirup atau mengalami kontak langsung dengan cairan yang terinfeksi virus, seperti droplet yang tersebar di udara saat penderita campak batuk atau bersin.
Penyakit campak memiliki gambaran klinis yang cukup khas. Gejala pertama yang umumnya timbul pada penyakit campak mencakup:
Secara umum, gejala yang dialami oleh penderita campak dapat berlangsung selama 4- 7 hari, sebelum akhirnya mereda.
Diagnosis campak dapat ditentukan berdasarkan gambaran klinis, yakni tanda dan gejala yang dialami oleh pasien. Namun, pada kasus-kasus tertentu, dokter dapat meminta untuk dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah lengkap.
Pemeriksaan antibodi terhadap campak dan fungsi hati juga dapat dilakukan, walaupun jarang.
Pemeriksaan menggunakan reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR) dapat menentukan diagnosis secara pasti. Namun, pada sebagian besar kasus tidak dibutuhkan, karena tanda dan gejala campak umumnya cukup khas untuk menentukan diagnosis.
Pasien campak tanpa komplikasi dapat melakukan rawat jalan. Sementara itu, rawap inap diperlukan jika pasien mengalami komplikasi, seperti dehidrasi, infeksi saluran pernapasan, kesulitan untuk mendapatkan asupan, dan sebagainya.
Penanganan campak yang diberikan oleh dokter umumnya bersifat suportif, seperti:
Vaksin atau imunisasi yang dilakukan sejak dini atau saat seseorang masih anak-anak adalah cara terbaik untuk mencegah campak. MMR merupakan salah satu jenis vaksin yang dapat melindungi seseorang dari serangan penyakit campak, gondongan, dan rubella atau campak Jerman. Vaksin ini juga termasuk jenis imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah.
Penyakit ini mudah menular. Oleh karena itu, hindari kontak langsung dengan orang-orang yang rentan terhadap infeksi virus ini – seperti anak kecil dan wanita hamil.
Selain itu, jaga selalu kebersihan lingkungan dan diri Anda. Cucilah tangan dengan benar, yaitu di bawah air mengalir dan menggunakan sabun agar kuman, bakteri, dan virus tak sempat berkembang biak di tubuh Anda.